Minggu, 01 Juli 2012

Askep Ibu Hamil



A.      Konsep Dasar Kehamilan
1.         Pengertian Kehamilan
Kehamilan ialah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uterin mulai dari konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan. ( 4 )


2.         Anatomi Fisiologi Sistem Reproduksi Wanita
Gambar 1. Alat Reproduksi Wanita ( 1 )
a.         Alat reproduksi wanita
1)        Genitalia Eksterna (Vulva)
a)         Mons pubis/mons veneris
Bagian yang menonjol dan terdiri dari jaringan lemak yang menutupi bagian depan symphysis pubis. Setelah pubertas kulit dari mons veneris tertutup oleh rambut
b)        Labia mayora  
Berbentuk lonjong dan menonjol berasal dari mons veneris dan berjalan kebawah dan kebelakang. Labia mayora sinistra dan dekstra bersatu disebelah belakang dan merupakan batas depan dari perineum, disebut frenulum (commisura posterior). Labia mayora homolog dengan scrotum laki-laki.
c)         Labia minora
Lipatan jaringan tipis di balik labia mayora, tidak mempunyai folikel rambut. Banyak terdapat pembuluh darah, otot polos dan ujung serabut saraf.
d)        Clitoris
Merupakan suatu tunggul yang erectil, mengandung banyak urat-urat saraf sensoris dan pembuluh-pembuluh darah. Analog dengan penis laki-laki.
e)         Vestibulum
merupakan rongga yang sebelah lateral dibatasi oleh kedua labia mayora, anterior oleh klitoris, dorsal oleh fourchet.
Pada vestibulum terdapat muara-muara dari vagina uretra dan terdapat pula 4 lubang kecil. Dua muara dari kelenjar Bartholini yang terdapat disamping dan agak ke belakang dari introitus vagina dan dua muara dari kelenjar skene disamping dan agak dorsal dari uretra.
f)         Perineum
Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus.( 1 )
g)        Hymen (selaput dara)
Berupa lapisan tipis dan menutupi sebagian besar dari introitus vagina. Biasanya berlubang sebesar ujung jari sehingga getah dari genetalia interna dan darah haid dapat keluar.
2)        Genetalia Interna
a)         Introitus / orificium vagina
b)        Vagina
Merupakan suatu saluran muscular membranosa yang memanjang dengan panjang sekitar 7,62 cm yang menghubungkan uterus dengan vulva. Pada dinding vagina terdapat lipatan-lipatan circular yang disebut rugae. Setelah melahirkan akan hilang. Kedalam puncak vagina menonjol ujung dari servik yang disebut porsio.
Fungsi vagina : untuk mengeluarkan ekskresi uterus pada haid, untuk jalan lahir dan untuk kopulasi (persetubuhan).
c)         Uterus
Suatu organ muskular berbentuk seperti buah pir, dilapisi peritoneum (serosa). Selama kehamilan berfungsi sebagai tempat implatansi, retensi dan nutrisi konseptus.
Pada saat persalinan dengan adanya kontraksi dinding uterus dan pembukaan serviks uterus, isi konsepsi dikeluarkan. Uterus terdiri dari fundus uteri (bagian paling atas yang melekung yang merupakan tempat tuba uteri memasuki uterus, Corpus uteri (bagian sentral/tengah/badan) dan servik uteri (bagian terkecil/leher).
Ligamenta penyangga uterus terdiri dari ligamentum latum  uteri, ligamentum rotundum uteri, ligamentum cardinale, ligamentum ovarii, ligamentum sacrouterina propium, ligamentum infundibulopelvicum, ligamentum vesicouterina, ligamentum rectouterina.
Vaskularisasi uterus terutama dari arteri uterina cabang arteri hypogastrica/illiaca interna, serta arteri ovarica cabang aorta abdominalis.
d)        Salping / Tuba Falopii
Embriologik uterus dan tuba berasal dari ductus Mulleri. Sepasang tuba kiri-kanan, panjang 8-14 cm, berfungsi sebagai jalan transportasi ovum dari ovarium sampai cavum uteri.
Terdiri dari pars interstitialis, pars isthmica, pars ampularis, serta pars infundibulum dengan fimbria. Pars isthmica (proksimal/isthmus) merupakan bagian dengan lumen tersempit, terdapat sfingter uterotuba pengendali transfer gamet. Tempat yang sering terjadi fertilisasi adalah daerah ampula, dan pada hamil ektopik (patologik) sering juga terjadi implantasi di dinding tuba bagian ini. Pars infundibulum (distal) dilengkapi dengan fimbriae serta ostium tubae abdominale pada ujungnya, melekat dengan permukaan ovarium. Fimbriae berfungsi "menangkap" ovum yang keluar saat ovulasi dari permukaan ovarium, dan membawanya ke dalam tuba.
Mesosalping merupakan jaringan ikat penyangga tuba.
e)         Ovarium
Organ endokrin berbentuk oval, terletak di dalam rongga peritoneum, sepasang kiri-kanan. Dilapisi mesovarium, sebagai jaringan ikat dan jalan pembuluh darah dan saraf. Terdiri dari korteks dan medula. Ovarium berfungsi sebagai penyimpanan dan produksi/pematangan ovum/sel telur, melepaskan sel telur yang matang (follikel de graf ke dalam rongga panggul atau disebut ovulasi), dan memproduksi hormone estrogen dan progesterone. ( 1 )

3.         Penyebab kehamilan
Kehamilan dapat terjadi karena pertemuan ovum dan sperma. Pada coitus air mani terpancar kedalam ujung dari vagina sebanyak 3CC. Dalam air mani terdapat spermatozoa atau sel-sel mani sebanyak100-200 juta tiap cc. Sel mani bentuknya seperti kecebong dengan kepala yang lonjong dan ekor yang panjang seperti cambuk. Inti sel terdapat dikepala sedang ekor gunanya untuk bergerak maju. Karena pergerakkan ini maka dalam satu jam spermatozoa melalui canalis servikalis dan cavum uteri kemudian kemudian berada dalam tuba. Disini sel mani menunggu kedatangan sel telur, jika pada saat ini terjadi ovulasi maka mungkin terjadi fertilisasi, jadi kehamilan dapat dihasilkan bila coitus dilaksanakan pada saat ovulasi. (Obtetrie fisiologi Padjajaran. 1983; 99)  

4.         Fisiologi/Proses Kehamilan
Ovulasi             Bertemu sperma           Konsepsi            Morula


Nidasi (hari ke-6)          Blastocyt           Exocoelum           Cavum uteri


         HAMIL (Nidasi berakhir sampai hari ke-14)

5.         Tanda-Tanda kehamilan
a.         Tanda-tanda tidak pasti/tanda mungkin kehamilan
1)        Amenorrhoe, ,
2)        Mual dan muntah pada waktu pagi (morning sickness),
3)        Mastodinia (rasa kencang dan sakit pada payudara disebabkan payudara membesar, vaskularisasi bertambah, duktus berproliferasi karena pengaruh estrogen.
4)        Quekening (pergerakan janin yang pertama)
5)        Sering buang air kemih
6)        Adanya konstipasi
7)        Perubahan berat badan
8)        Perubahan temperature basal
9)         Perubahan warna kulit (hiperpigmentasi kulit)
10)    Tanda piskasek (pertumbuhan asimetris pada uterus yang dekat dengan implantasi plasenta)
11)    Adanya tanda hegar, tanda chadwick adanya kontraksi kecil uterus bila dirangsang (braxton hicks), teraba ballotement, dan reaksi kehamilan positif. ( 3 )
b.        Tanda hamil pasti
1)        terdengarnya detak jantung janin (DJJ)
2)        terabanya bagian-bagian anak
3)        adanya pergerakan anak
4)        terlihat pada pemeriksaanUSG/foto rontgen

6.         Perubahan-Perubahan Pada Ibu Hamil
a.         Perubahan fisiologis
1)        Perubahan sistem reproduksi
Uterus membesar, istmus uteri menjadi lebih panjang dan lunak (tanda hegar), servik mengalami perubahan warna dan konsistensi, vagiana mengalami peningkatan sirkulasi karena pengaruh estrogen sehingga makin tampak merah dan kebiruan (tanda chadwiks), ovarioum bertanggung jawab terhadap pembentukan corpus luteum sampai terbentuk plasenta, payudara terdapat peningkatan dari ukuran nodulus dan sensitifitas.
2)        Perubahan sistem sirkulasi
Voleme darah meningkat, dimana jumlah serumdarah lebih besar lebih besar dari jumlah pertumbuhan sel darah, sehingga terjadi semacam pengenceran darah (hemodialisis). Curah jantung bertambah sekitar 30%.
Sel darah merah makin meningkat jumlahnya untuk dapat mengimbangi pertumbuhan janin dalam rahim, tetapi pertambahan sel darah tidak seimbang dengan peningkatan volume sehingga sering terjadi anemia.
3)        Perubahan sistem respirasi
Terjadi karena untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang semakin meningkat selain itu juga terjadi desakan diafragma karena dorongan rahim. Ibu hamil akan bernafas lebih dalam sekitar 20-25% dari biasanya. Sesak nafas dan pernafasan yang cepatmembuat ibu hamil merasa lelah, hal ini dikarenakan saat kehamilan kerja jantung dan paru menjadi lebih berat.
4)        Perubahan sistem pencernaan
Metabolism tubuh ibu mengalami perubahan yang mendasar. Kebutuhan nutrisi makin meningkat untuk pertumbuhan janin dan persiapan memberikan asi. Oleh karena pengaruh estrogen, pengeluaran asam lambung meningkat, sehingga dapat menyebabkan pengeluaran air liur berlebih, derah lambung terasa panas, terjadi mual muntah sakit kepala terutama pada pagi hari (morning sickness), muntah berlebihan (hiperemesis gravidarum). Progesterone menimbulkan gerak usus makin berkurang dan dapat menyebabkan konstipasi.
5)        Perubahan traktus urinarius
Ada gangguan miksin dalam bentuk sering berkemih terutama pada hamil tua karena desakan pembesaran uterus yang menekan kandung kemih dan turunnya kepala bayi.
6)        Perubahan integumen
Terjadi perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi karena  karena pengaruh MSH. Hiperpigmentasi biasanya terjadi pada areola mamae, papilla mamae, linea nigra, pipi (cloasma gravidarum) dan akan hilang setelah persalinan.
Kulit dan rambut kering akan tampak berminyak, begitu pula seblaiknya karena adanya perubahan hormone di dalam tubuh ibu hamil. ( 3 )
b.        Penyesuaian dan proses psikologis
Klasifikasi
Periode
Perusahan psikologis
Trimester I
Periode penyesuaian terhadap kenyataan bahwa ia hamil
Meningkatnya kebutuhan mencintai dan dicintai tanpa seks libido karena dipengaruhi oleh kelelahan, mual dan payudara yang membesar.
Adanya kekhawatiran dan kecemasan.
Trimester II
Periode kesehatan
Ibu merasa sehat.
Bebas dari ketidaknyamanan
Merupakan fase bathiniah, kehamilan untuk membangkitkan identitas keibuannya.
Sebagai wanita merasa lebih erotik.
Trimester III
Periode penggunaan yang  waspada
Terdapat rasa gelisah
Adanya rasa ketakutan
Ketidak nyamanan fisik
Memerlukan dukungan
Seksualitas menurun karena perut membesar sehingga menciptakan rasa bersalah pada ibu.
Berbagi perasaan diantara pasangan sangat penting.

7.         Masalah-Masalah Yang Sering Timbul Pada Kehamilan
a.         Sakit Kepala
Disebabkan oleh kontraksi, ketegangan otot, keletihan dan pengaruh horman.
Cara mengatasi: biofeedback, teknik relaksasi, memasase leher dan otot bahu, penggunaan bungkusan hangat atau es ke leher, istirahat dan mandi air hangat
b.        Rasa Mual dan muntah
Kemungkinan disebabkan oleh peningkatan hormone HCG, estrogen, progesterone, relaksasi oto-otot halus, metabolism dan keletihan.
Cara mengatasi: menghindari bau/factor penyebab, makan biscuit kering/roti bakar sebelum bangkit dari tempat tidur di pagi hari, makan sedikit sedikit sering, duduk tegak setiap kali selesai makan, hindari makan-makanan yang berminyak dan berbumbu keras, memakan makanan kering disela waktu makan, bangun dari tidur secara perlahan-lahan dan jangan langsung bergerak, jangan menggosok gigi setelah makan, minum the herbal, istirahat yang cukup.
c.         Mengidam
Biasanya dikaitkan dengan anemia akibat kekurangan zat besi dan bias merupakan tradisi. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan selama diet dalam asupan tetap memadai.
d.        Keringat bertambah
Karena aktivitas kelenjar apokrin meningkat akibat perubahan hormone. Cara mengatasi: gunakan pakaian yang tipis dan longgar, banyak minum, mandi secara teratur
e.         Keputihan
Disebabkan oleh hiperplasi mukosa vagina, kelenjar endoserviks meningkatkan produksi lender karena peningkatan sejumlah hormone estrogen. Cara mengatasi: tingaktkan kebersihan dengan mandi setiap hari,
f.         Konstipasi
Disebabkan karena gerak usus berkurang, sehingga memperlambat waktu pengosongan, tekanan uterus yang semakin membesar terhadap usus besar. Cara mengatasi: hindari makanan yang mengandung gas, mengunyah makanan secara sempurna, senam secara teratur, pertahankan buang air besar secara teratur
g.        Gatal-gatal
Kemungkianan disebabkan oleh hipersensitivitas terhadap antigen plasenta. Cara mengatasinya dengan guanakan kompres atau mandoi dengan air sejuk
h.        Frekuensi berkemih meningkat/nokturia
Disebabkan karena adanya tekanan uterus atas kandung kemih, air dan sodium yang terperangakap di dalam tungkai bawah selama siang hari karena statis vena.
Cara mengatasi: menjelaskan sebab-sebabnya, mengosongkan kandung kemih saat terasa dorongan untuk berkemih, memperbanyak minum pada siang hari, membatasi minum bahan diuretic alamiah seperti kopi dan the.

8.         Pemeriksaan Diagnostik Kehamilan
a.         Rongtgenografi
Gambaran tulang-tulang janin tampak setelah minggu ke-12 sampai 14. Pemeriksaan ini hany aboleh dikerjakan bila terdapat keraguan dalam diagnosis kehamilan dan ats indikasi yang mendesak sekali, sebab janin sangat peka terhadap sinar X.
b.        Ultrasonografi (USG)
Alat ini sangat penting dalam diagnosis kehamilan dan kelainan-kelainannya karena gelombang suara sampai saat ini dinyatakan tidak berbahaya.
c.         Fetal Electro Cardiografi
Dapat direkam pada minggu ke-12
d.        Tes Laboratorium
Banyak tes yang dipakai tetapi yag paling popular adalah test inhibisi koagulasi  koagulasi yang bertujuan untuk mendeteksi adanya HCG dalam urin.

9.         Tanda Dan Bahaya dalam Kehamilam
a.         Perdarahan pervaginam (perdarahan pervaginam dalam kehamilan jarang yang normal. Pada awal kehamilan ibu mungkin akan mengalami perdarahan sedikit/spotting disekitar waktu pertama terlambat haid yang biasanya disebut perdarahan implantasi (tanda Hartman dan itu normal terjadi
b.        Sakit kepala hebat (kemungkinan gejala preeklamsi)
c.         Penglihatan/Pandanagan Kabur
d.        Bengkak Pada muka dan tangan
e.         Nyeri perut hebat
f.         Bayi kurang bergerak seperti biasanya

10.     Komplikasi Dan Penyulit Kehamilan
a.         Adanya abortus
b.        Hiperemesis gravidarum
c.         Molahidatidosa
d.        Kehamilan ektopik
e.         Preeklamsi dan eklamsia
f.         Perdarahan antepartum (plasenta previa, solusio plasenta). ( 3 )





B.       Konsep Dasar Asuhan Keperawatan
1.      Anamnesa
a.         Identitas pasien
Nama pasien/suami, umur, agama, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, alamat, penghasilan
b.         Keluhan utama
Apa yang pasien rasakan/penderita rasakan saat ini
c.         Riwayat kehamilan ini
Usia kehamilan, HPHT, siklus haid, perdarahan pervagina, fluor, mual/muntah, masalah kelainan pada kehamilan sekarang, pemakaian obat-obatan/jamu
d.        Riwayat obstetric yang lalu
Jumlah kehamilan, jumlah persalinan, jumlah persalinan cukup bulan, jumlah persalinan premature, jumlah anak hidup, jumlah keguguran, perdarahan pada kehamilan, persalinan, nifas terdahulu. Perdarahan saat kehamilan, persalinan, nifas terdahulu, berat bayi < 2,5 kg atau berat bayi > 4 kg, Adanya masalah – masalah persalinan kehamilan dan nifas yang lalu.
e.         Riwayat penyakit
Jantung, tekanan darah tinggi, TBC, pernah operasi, alergi obat/makanan, ginjal, asma, epilepsy, penyakit hati, pernah kecelakaan.
f.          Riwayat kesehatan keluarga
1)   Anak kembar
2)   Penyakit menular yang dapat mempengaruhi persalinan (TBC)
3)   Penyakit keluarga yang dapat diturunkan
g.         Riwayat KB
Metode KB apa yang digunakan dan lama pemakaiannya
h.         Riwayat social dan ekonomi
1)   Status social ekonomi
2)   Respon ibu dan keluarga terhadap kehamilan
3)   Jumlah keluarga di rumah yang membantu
4)   Siapa yang membuat keputusan dalam keluarga
5)   Pendidikan, pekerjaan, penghasilan
i.           Pola kegiatan sehari-hari
1)   Makan dan minum
2)   Pola eliminasi
3)   Kebersihan diri
4)   Aktifitas sehari-hari
5)   Tidur dan istirahat
6)   Olahraga
2.      Pemeriksaan fisik
a.         Inspeksi
1)   Rambut : bersih/kotor, apakah rontok
2)   Muka adakah cloasma gravidarum
3)   Mulut dan gigi : kebersihan, stomatitis, caries gigi, adakah pembesaran kelenjar limfe
4)   Dada : bentuk payudara, pigmentasi areola papilla mamae
5)   Perut : apakah pembesaran perut sesuai umur kehamilan, adakah striea gravidarum atau bekas operasi
6)   Vulva : keadaan perineum, tanda Chadwick
7)   Ekstremitas : adakah varises, oedema, luka
b.         Palpasi
1)   Leopold I : Menentukan TFU dan tuanya kehamilan serta bagian apa yang di fundus
2)   Leopold II : Menentukan letak punggung anak dan bagian – bagian terkecil dan untuk menentukan kepala anak.
3)   Leopold III : Menentukan apa yang terdapat dibagian bawah dan apakah bagian anak sudah masuk PAP atau belum
4)   Leopold IV : Menentukan bagian bawah dan seberapa masuknya


a)      Berat janin, Rumus :
·         TBJ = ( TFU(cm) – 12 ) x 155gr → janin belum masuk PAP
·         TBJ = ( TFU(cm) – 11 ) x 155gr → janin sudah masuk PAP

b)      Mc.Donald
Rumus :     TFU (cm) x 2/7 = usia kehamilan dalam bulan
TFU (cm) x 2/7 = usia kehamilan dalam bulan
Perbandingan tinggi fudus uteri
Usia / minggu
TFU Leopold
TFU (cm) Mc. Donald
16

20



24

28


32


36

40
½ pusat – simpisis

3 jari dibawah pusat
Setinggi pusat


3 jari diatas pusat

Setinggi pusat
3 jari di atas pusat

Setengah pusat - px


3 jari di bawah px

½ pusat - px
-

18



21

24,5


28


31,5

35
                                                                     
c.         Auskultasi
Menghitung Djj: 5 detik I dihitung,5 detik II istirahat, 5 detik III dihitung, 5 detik IV istirahat 5 detik V dihitung → Dijumlah x 4 = DJJ Hasilnya teratur bila angka ke 1 dan 3 sama.
d.        Perkusi
Reflek patella, untuk mengetahui keadaan janin apabila kemungkinan kekurangan Vit B1.


e.         Ukuran panggul luar
Distantia spinarum, Distantia cristorum, Bordelogue, Lingkar panggul. Untuk mengetahui keadaan panggul yang akan berpengaruh pada proses persalinan.
f.          Pemeriksaan laboratorium
Albumin, reduksi, Hb, HbSAg untuk mengetahui factor resiko pada ibu hamil, untuk mengetahui apakah ibu mengidap DM, untuk mengetahui factor resiko terhadap anemia, untuk mengetahui factor resiko terhadap hepatitis.

A.      DIAGNOSA DAN PERENCANAAN KEPERAWATAN
1.    Ketidakefektifan pola pernafasan berhubungan dengan pergeseran diafragma karena pembesaran uterus.
Tujuan : Klien melaporkan penurunan frekuensiatau beratnya keluhan
Klien mendemonstrasikan perilaku yang mengoptimalkan fungsi    pernafasan
Intervensi :
a.          Kaji status pernafasan (misal : sesak nafas pada pengerahan tenaga, kelelahan).
Rasional: menentukan luas dan beratnya masalah, yang terjadi kira-kira 60%. Meskipun kapasitas vital meningkat, fungsi pernafasan diubah saat kemampuan diafragma untuk turun pada inspirasi berkurang oleh pembesaran uterus. 
b.         Pantau masalah medis yang terjadi atau ada sebelumnya.
Rasional: masalah lain dapat terus mengubah pola pernafasan dan menurunkan oksigenasi jaringan ibu atau janin
c.          Kaji kadar hemoglobin dan hematrokrit. Tekankan pentingnya masukan vitamin atau fero sulfat pranatal setiap hari (kecuali pada klien dengan anemia sel sabit). ( 2 )
Rasional: peningkatan kadar plasma pada gestasi ke 24-32 mengencerkan kadar Hb, mengakibatkan kemungkinan anemia dan menurunkan kapasitas pembawa oksigen.
d.         Berikan informasi tentang rasional untuk kesulitan pernafasan dan program aktivitas/ latihan yang realitas
Rasional: menurunkan kemungkinan gejala-gejal pernafasan yang disebabkan oleh kelebihan.

2.    Resiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan perubahan nafsu makan, mual, dan muntah.
Tujuan : pasien mampu mempertahankan nutrisi secara adekuat setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari dengan kriteria hasil :
a.       Berat badan meningkat mencapai berat badan normal.
b.      Pasien dapat menerangkan komposisi diet yang memadai.
c.       Pasien menunjukkan keinginan untuk mengikuti diet sesuai dengan kebutuhan.
d.      Klien mampu memenuhi kebutuhan nutrisi secara mandiri.
e.       Pasien mengatakan mual muntah sudah berkurang / hilang.
Intervensi :
a.       Berikan informasi tertulis diet prenatal dan suplemen
Rasional informasi yang jelas memungkinkan ibu untuk lebih memahami nutrisi yang tinggi untuk pertumbuhan janin.
b.      Tanyakan keyakinan dalam diet, sosial dan budaya.
Rasional  keyakinan diet dan sosial budaya memberikan ibu lebih taat akan makanan apa yang harus dimakan untuk ibu hamil sesuai dengan keyakinan masyarakat.
c.       Timbang BB.
Rasional peningkatan berat badan dapat mengetahui sejauh mana makanan yang dikonsumsi ibu dan berat badan janin.
d.      Tinjau tentang mual dan muntah.
Rasional mual dan muntah dapat mengidentifikasi resiko kekurangan makanan dan suplai intake makanan tidak adekuat.
e.       Kolaborasikan program diet ibu hamil
Rasional kolaborasi dalam program diet dapat mengatur makanan yang disukai ibu dan menentukan makanan apa yang harus dikonsumsi selama hamil.

3.    Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan perubahan nafsu makan, mual, muntah.
Tujuan : pasien mampu mempertahankan terpenuhinya kebutuhan cairan secara adekuat setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari dengan kriteria hasil :
a.       Asupan cairan minimal 2000 ml / hari
b.      Tidak ada tanda - tanda dehidrasi
c.       Membran mukosa lembab
d.      Turgor kulit elastis
e.       Pasien mengatakan mual dan muntah berkurang / hilang.
Intervensi :
a.       Auskultasi denyut jantung janin.
Rasional DJJ menunjukkan apakah janin sehat atau tidak.
b.      Tentukan beratnya mual dan muntah
Rasional mual dan muntah jika terlalu berat makan kebutuhan cairan juga harus disesuaikan dengan berat ringan dehidrasi yang dialami.
c.       Tinjau riwayat (gastritis)
Rasional gastritis menunjukkan peradangan pada gaster dan jika peradangannya kronis maka tubuh akan kekurangan cairan. Dan lambung tidak dapat mencerna makanan.
d.      Anjurkan mempertahankan asupan cairan.
Rasional mempertahankan intake cairan secara adekuat.
e.       Kaji suhu, turgor kulit, membrane mukosa, TD, intake dan output.
Rasional tanda – tanda vital dapat mengetahui volume sirkulasi cairan dan kebutuhan cairan yang diberikan. Intake dan output mengerahui pasien kelebihan cairan atau sebaliknya.
f.       Timbang BB.
Rasional jika berat badan berkurang maka cairan yang dibutuhkan juga bertambah dan dapat menunjukkan apakah pasien tersebut kelebihan atau kekurangan cairan.

4.    Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik dan pengaruh hormonal.
Tujuan : pasien mampu menunjukkan kenyamanan secara optimal setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari dengan kriteria hasil :
a.       Pasien mengatakan rasa tidak nyaman berkurang / hilang.
b.      Ekspresi wajah cerah.
c.       Sikap tubuh rileks
d.      Cukup istirahat / tidur
Intervensi :
a.       Catat derajat rasa tidak nyaman minor.
Rasional rasa tidak nyaman dapat mengganggu istirahat pasien.
b.      Evaluasi derajat rasa tidak nyaman selama pemeriksaan lanjutan.
Rasional rasa tidak nyaman dapat mengganggu pemeriksaan yang dapat menunjang selama hamil. Contoh USG.
c.       Tekankan menghindar stimulasi putting.
Rasional tekanan pada puting dapat menambah rasa tidak nyaman karena ibu hamil sangat sensitif pada daerah payudara.
d.      Instruksikan perawatan putting mendatar.
Rasional dapat mengurangi rasa tidak nyaman saat puting dihisap oleh bayi.
e.       Kolaborasikan suplemen kalsium.
Rasional sebagai penguat tulang dan mengembalikan stamina selama persalinan. ( 2 )
5.    Resiko tinggi infeksi saluran kemih berhubungan dengan praktik hygiene yang buruk.
Tujuan  : pasien mampu mempertahankan diri dari infeksi setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari dengan kriteria hasil :
a.       Tidak didapatkan tanda –tanda radang
b.      Suhu tubuh normal
c.       Saluran perkemihan bersih dan tidak kotor.
Intervensi :
a.       Berikan informasi tentang tanda dan gejala isk.
Rasional informasi yang tepat dapat mengurangi terjadinya resiko infeksi.
b.      Tekankanlah perlunya melaporkan tanda-tanda infeksi ke pemberi layanan kesehatan.
Rasional mengetahui sejauh mana perawatan yang akan diberikan selama terjadi infeksi dan keperawatan yang cocok untuk menanganinya.
c.       Tekankan perlunya mencuci tangan secara teratur sebelum dan saat memegang makanan, dan setelah toileting.
Rasional mencegah bakteri dan kuman masuk dan mengurangi terjadinya infeksi.
d.      Berikan informasi tentang tindakan hygiene lain.
Rasional hygiene yang baik dapat mencegah infeksi dan informasi yang jelas dapat meningkatkan hiegine pasien.

6.    Perubahan eliminasi urine berhubungan dengan pembesaran uterus yang ditandai dengan frekuensi berkemih sering, adanya desakan dari janin, edema dependen.
Tujuan : pasien mampu mengetahui pola perubahan eliminasi urine secara optimal setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 jam dengan kriteria hasil :
a.       Pasien mengatakan paham tentang perubahan pola eliminasi urine selama hamil.
b.      Pasien tampak mengerti penyebab sering berkemih.
c.       Pasien tampak tenang dan rileks.
Intervensi :
a.       Berikan informasi tentang perubahan pola berkemih sehubungan dengan pembesaran uterus.
Rasional informasi yang tepat dan sesuai dapat meningkatkan pemahaman ibu tentang perubahan yang terjadi selama kehamilan.
b.      Anjurkan pasien untuk melakukan posisi miring kanan dan kiri.
Rasional dapat mengurangi gerakan janin dan memperlancar peredaran darah di tulang belakang.
c.       Motivasi pasien untuk minum 1,5-2 liter perhari dan mengurang minum pada malam hari.
Rasional kebutuhan cairan terpenuhi dan dapat mengurangi frekuensi berkemih di malam hari.
d.      Evaluasi kembali pemahaman pasien tentang perubahan pola berkemih.
Rasional mengetahui sejauh mana pasien memahami penjelasan yang telah diberikan dan pengaruhnya terhadap kebiasaan selama hamil.

7.    Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai perawatan payudara b/d kurangnya informasi.
Tujuan : pasien mampu memahami kebutuhan belajar perawatan payudara secara adekuat setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 30 menit dengan kriteria hasil :
a.       Pasien mengatakan paham tentang perawatan payudara dan cara membersihkanya dengan minyak kelapa atau lotion.
b.      Pasien dapat mendemonstrasikan kembali perawatan payudara dengan benar. ( 2 )

Intervensi :
a.         Berikan informasi tentang kebutuhan perawatan payudara.
Rasional kebutuhan perawatan payudara dapat menonjolkan areola dan papila mamae agar dapat keluar ASI.
b.         Berikan penkes tentang perawatan payudara dan cara membersihkannya.
Rasional dapat meningkatkan pemahaman ibu tentang cara menonjolkan puting serta menjaga kebersihan puting.
c.         Anjurkan pasien mendemontrasikan perawatan payudara dan melaksanakannya dirumah.
Rasional dengan mencoba dirumah ibu- ibu dapat lebih terlatih dalam melakukan perawatan payudara.
d.        Evaluasi pada pasien tentang penjelasan perawatan payudara.
Rasional mengetahui sejauh mana pemahaman pasien sudah mengerti dengan benar atau belum.

B.       IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
1.      Melakukan penkes tentang perawatan payudara.
2.      Menganjurkan pasien minum 1,5- 2 liter / hari dan mengurangi minum malam hari.
3.      Mengobservasi tanda-tanda infeksi dan kekurangan cairan pada pasien.
4.      Memberikan informasi tentang hiegiene selama hamil dan kebutuhan nutrisi selama hamil.
5.      Memberikan penjelasan tentang perubahan pola berkemih selama hamil.
6.      Menganjurkan pasien miring kanan dan kiri.
7.      Mengobservasi ketidaknyaman yang terjadi pada pasien.
8.      Mengevaluai penjelasan yang telah diberikan pada pasien.
9.       Mengobservasi TTV dan intake dan output cairan.
10.  Menganjurkan pasien mempertahankan nasupan cairan. ( 2 )


C.      EVALUASI
1.      Pasien dapat mengoptimalkan fungsi pernafasan.
2.      Pasien sudah tidak terjadi resiko kekurangan nutrisi.
3.      Pasien sudah tidak terjadi resiko kekurangan volume cairan
4.      Pasien merasa nyaman dengan keadaanya sekarang.
5.      Pasien terhindar dari resiko infeksi.
6.      Pasien sudah mengerti tentang perubahan eliminasi urine.
7.      Pasien sudah paham tentang kebutuhan belajar perawatan payudara. ( 2 )



DAFTAR PUSTAKA

Artanto, Anatomi dan Fisiologi Wanita Hamil, [ Internet ], 2009, Accessed from <http://www.artanto.com> [Accessed April 02, 2010, 20:00]

Dongoes, Marlynn E. Marry Fancer Moorhouse, Rencana Keperawatan Maternal Bayi, EGC, Jakarta, 2001.

Rochmat, Ratih, Konsep Kehamilan, [ Internet ], 2009, Accessed from <http://ratihrochmat.wordpress.com >[Accessed April 05, 2010, 17:00]


Manuaba, Ida Bagus Gde. Ilmu kebidanan dan keluarga berencana untuk bidan. Jakarta. 1998





Tidak ada komentar:

Posting Komentar