Minggu, 01 Juli 2012

Sectio caesaria


A.    PENGERTIAN
Sectio caesaria adalah suatu cara melahirkan janin dengan sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut. (Rustam Mochtar, 1992).
Sectio caesaria adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding depan perut dan dinding rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin di atas 500 gram (Sarwono, 1991).

B.     JENIS JENIS SECTIO CAESARIA
Abdomen (sectio caesarea abdominalis)
1.      Sectio caesarea transperitonealis
SC klasik atau corporal (dengan insisi memanjang pada corpus uteri) Dilakukan dengan membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira-kira 10 cm.
Kelebihan : 
·         Mengeluarkan janin dengan cepat
·         Tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik
·         Sayatan bisa diperpanjang proksimal atau distal
Kekurangan
·         Infeksi mudah menyebar secara intra abdominal karena tidak ada reperitonealis yang baik
·         Untuk persalinan yang berikutnya lebih sering terjadi rupture uteri spontan
·         SC ismika atau profundal (low servical dengan insisi pada segmen bawah rahim)

2.      SC ektra peritonealis yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis dengan demikian tidak membuka cavum abdominal
Dilakukan dengan melakukan sayatan melintang konkat pada segmen bawah rahim (low servical transversal) kira-kira 10 cm
Kelebihan :
·         Penjahitan luka lebih mudah
·         Penutupan luka dengan reperitonealisasi yang baik
·         Tumpang tindih dari peritoneal flap baik sekali untuk menahan penyebaran isi uterus ke rongga peritoneum
·         Perdarahan tidak begitu banyak
·         Kemungkinan rupture uteri spontan berkurang atau lebih kecil
Kekurangan :
·         Luka dapat melebar kekiri, kanan, dan bawah sehingga dapat menyebabkan uteri  pecah sehingga mengakibatkan perdarahan banyak
·         Keluhan pada kandung kemih post operasi tinggi

3.      Vagina (section caesarea vaginalis)
Menurut sayatan pada rahim, sectio caesarea dapat dilakukan sebagai berikut (Mochtar, Rustam, 1992) :
·         Sayatan memanjang ( longitudinal )
·          Sayatan melintang ( Transversal )
·         Sayatan huruf T ( T insicion )

C.     ETIOLOGI
1.      Indikasi yang berasal dari ibu ( etiologi )
Yaitu pada primigravida dengan kelainan letak, primi para tua disertai kelainan letak ada, disproporsi sefalo pelvik (disproporsi janin / panggul) ada, sejarah kehamilan dan persalinan yang buruk, terdapat kesempitan panggul, Plasenta previa terutama pada primigravida, solutsio plasenta tingkat I – II, komplikasi kehamilan yaitu preeklampsia-eklampsia, atas permintaan, kehamilan yang disertai penyakit ( jantung, DM ), gangguan perjalanan persalinan ( kista ovarium, mioma uteri dan sebagainya ).
2.      Indikasi yang berasal dari janin
Fetal distress / gawat janin, mal presentasi dan mal posisi kedudukan janin, prolapsus tali pusat dengan pembukaan kecil, kegagalan persalinan vakum atau forseps ekstraksi.

D.    KOMPLIKASI
1.      Infeksipuerperal
Komplikasi ini bisa bersifat ringan, seperti kenaikan suhu selama beberapa hari dalam masa nifas, bersifat berat seperti peritonitis, sepsis dsb.
2.       Perdarahan
Perdarahan banyak bisa timbul pada waktu pembedahan jika cabang-cabang arteri ikut terbuka, atau karena atonia uteri.
3.      Komplikasi-komplikasi lain seperti luka kandung kencing, embolisme paru-paru,
dan sebagainya sangat jarang terjadi.
4.      Suatu komplikasi yang baru kemudian tampak, ialah kurang kuatnya parut pada
dinding uterus, sehingga pada kehamilan berikutnya bisa terjadi ruptura uteri. Kemungkinan peristiwa ini lebih banyak ditemukan sesudah seksio sesarea klasik.

E.     PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1.      Pemantauan janin terhadap kesehatan janin
2.      Pemantauan EKG
3.      JDL dengan diferensial
4.      Elektrolit
5.      Hemoglobin/Hematokrit
6.      Golongan dan pencocokan silang darah
7.      Urinalisis
8.      Amniosentesis terhadap maturitas paru janin sesuai indikasi
9.      Pemeriksaan sinar x sesuai indikasi.
10.  Ultrasound sesuai pesanan
(Tucker, Susan Martin, 1998)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar